Memeriahkan HUT RI KE 73



TPA AL-Hafidz, trimodadi Menyambut HUT ke-73 Republik Indonesia, Senin (12/8/2018), sejumlah perlombaan digelar Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Hafidz, Trimodadi  Bandar Sakti. sejumlah perlombaan itu diantaranya adalah :
  ü  Mecah Air
Satu-satunya cara biar bisa memecahin Air dalam plastik yang menjadi tujuan kalian adalah dengan terus bergerak. Apabila hanya diam di tempat saja, nggak akan bakal bisa air itu terpecahkan.
Kemudian, kalau kalian pernah ikutan lomba ini pasti sering denger suara-suara dari orang disekitar, baik itu yang bertujuan buat bantu, atau malah “ngegoda” kita biar nggak sampe ke tujuan. Begitulah, hidup kawan. Kalau kalian punya mimpi
meski pasti ada pula yang mendukung. Nah, sikap waktu ngadepin kondisi yang kaya demikian adalah dengan tidak berlebihan ngeresponnya ‘n tetep ngikutin apa kata hati nurani. Bukan nurani tetangga sebelah loh ya! Percaya deh kalian pasti bakal sampe ke tujuan.




  ü  Makan Kerupuk
Berbicara tentang keseruan lomba makan kerupuk, masih sedikit yang tau makna dan sejarah dari perlombaan tersebut. Lalu, sebenarnya dari mana muasal alasan lomba makan kerupuk diadakan?
Pada zaman penjajahan, untuk bisa menemukan makanan enak itu sangat sulit. Bagi para pejuang terdahulu bisa menemukan nasi dengan sebuah kerupuk sudah sangat bersyukur. Kerupuk dan nasi adalah santapan favorit para pejuang.
Maka untuk memperingati akan hal tersebut, lomba makan kerupuk selalu diadakan disetiap perlombaan 17-an, selain untuk mengingat jasa para pejuang, lomba makan kerupuk juga mengandung makna perjuangan dan semangat dengan rasa percaya diri yang tinggi. Karena setiap peserta yang mengikuti lomba secara tidak disadari akan memupuk rasa bersyukur atas rejeki yang telah diberikan Tuhan, dan rasa beryukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dan kini dapat dirasakan.
Selain itu lomba makan kerupuk dapat mempererat rasa persatuan satu sama lain, rasa percaya diri yang tinggi untuk memenangkan perlombaan, dan yang paling penting tujuan dari perlombaan adalah untuk menghibur
 ü  Sepeda Lambat
Apa sih maknanya lomba sepeda lambat? Malah terlihat seperti seorang pemalas yang sedang berusaha mengayuh. Namun, dibalik itu, tersimpan makna yang cukup besar.

Sepeda lambat memang sering dilombakan dalam perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain balap karung, tarik-tambang, makan krupuk dan panjat pinang, balap sepeda lambat juga cukup seru untuk diikuti.
Biasanya pemenang setiap lomba adalah yang paling cepat mencapai garis finish. Tapi berbeda dengan lomba sepeda lambat. Barang siapa yang mengayuh paling lambat mencapai garis finish dan tidak terjatuh maka dialah pemenangnya.


ü  Balap Karung
JJ Rizal mengatakan, permainan bermodalkan karung goni mengingatkan betapa susah bangsa Indonesia waktu Indonesia dijajah Jepang. Dulu mereka mengenakan pakaian yang terbuat dari karung goni, dan sekarang karung goni diinjak-injak dijadikan alat permainan sebagai simbol pengingat masyarakat Indonesia tidak mau mengalami hal serupa.
"Makna dari jatuh saat berlari dan bangkit lagi merupakan sebuah gambaran semangat pantang menyerah masyarakat Indonesia sehingga berhasil memerdekakan Indonesia," kata JJ Rizal.

  ü  Balap Kelereng
Pada lomba yang satu ini, kalian dituntut buat fokus atau konsentrasi ke sendok dan kelereng yang dibawa. Fokus adalah salah syarat wajib buat kalian yang benar-benar pingin meraih mimpi. Bayangin aja kalau kalian enggak fokus sudah pasti hasilnya akan kacau. Kalian bisa tertinggal dari rival kalian atau bahkan mimpi kalian enggak tercapai. So, keep calm n stay focus!
Nah, buat bisa menangin lomba ini kalian perlu trik-trik khusus. Salah satu triknya adalah dengan menggigit sendok di pinggir mulut!. Udah pernah coba? Pastinya trik ini bakal bikin gigitan kalian lebih kuat dan stabil. Selain itu fokus mata enggak melulu ke sendok dan kelereng.
Intinya, ketika ingin menggapai suatu mimpi carilah ‘trik-trik’ yang bikin kalian lebih cepat ngeraihnya. Asal, ‘trik-trik’ yang kalian lakuin jangan sampai ngelanggar aturan ya!

  ü  Memasukkan paku kedalam botol
Permainan dalam lomba ini dilakukan dengan cara mengikat paku dengan seutas tali yang digantungkan di belakang badan peserta lomba. Paku yang terayun-ayun di ujung tali tersebut harus dimasukkan ke dalam botol yang terletak di bawah badan peserta. Peserta yang paling cepat berhasil memasukkan pakunya, dialah yang menang.
 Filosofi dari lomba ini adalah bahwa dalam meraih prestasi diperlukan perpaduan antara potensi yang dimiliki dengan keterampilan memanfaatkan peluang.


  ü  Tarik Tambang
Lomba yang sering diadakan pas 17an berikutnya adalah lomba tarik tambang. Biasanya nih, setiap kelompok diisi dengan 4-5 orang. Buat memenangin lomba tarik tambang ini sebenarnya cukup mudah, tempatin anggota grup yang punya tenaga paling gede (biasanya yang paling gendut, hehe) dibagian depan bukan dibelakang, doilah ‘kunci’ yang akan menahan dan menarik lawan dilomba ini.
Filosofi (etdah bahasanya) dari lomba ini cocok banget diterapin buat kalian yang punya mimpi bersama. Kaya organisasi, perkumpulan atau perusahaan gitu. Kalian harus pinter-pinter main strategi dan kekompakkan buat mencapai target (tujuan) bersama.


Sejumlah perlombaan tersebut diikuti oleh seluruh Santri dan Wali Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an Dusun Trimodadi Desa Bandar Sakti. Yang terpisah menjadi 5 (lima) Kategori, Yaitu :
Ø  Kelas TK.A ( Dibawah  5 Tahun )
Ø  Kelas TK.B ( 5 s/d 7 Tahun  )
Ø  Kelas TP.A ( 8 s/d 9 Tahun  )
Ø  Kelas TQ.A ( 10 s/d 15 Tahun )
Ø  Wali Santri  ( Bebas )

Sejumlah perlombaan tersebut belangsung pada tanggal Minggu Tanggal 12 Agustus 2018 Yang dimulai sejak jam 08:00 WIB dan Diakhir dengan pembagian hadiah bagi yang berhasil memenangkan setiap jenis perlombaan pada pukul 16:00 WIB.



0 komentar:

Posting Komentar