Mushola Al-Hafidz,

Tempat belajar taman pendidikan al-qur'an Al-Hafidz.

Proses belajar

Proses balajar mengajar yang terjadi pada TPA Al-Hafidz dengan keadaan dan situasi seadanya, benjadi barokah untuk orang - orang berjuang memelihara agama ISLAM.

jamaah peringatan maulid nabi besar Mukhammad SAW

Segala puji bagi Allah SWT, hanya kepada-Nya lah kita menyembah dan hanya kepada-Nya lah kita memohon pertolongan. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan pada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sebagai bapak pendidikan hingga akhir zaman.

HARI BESAR AGAMA

Segala puji bagi Allah SWT, hanya kepada-Nya lah kita menyembah dan hanya kepada-Nya lah kita memohon pertolongan. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan pada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sebagai bapak pendidikan hingga akhir zaman.

Kepala TPA Al-Hafidz

Sambutan dalam rangka memperingati Maulid nabi besar Mukhammad SAW 1438 H

Bacaan MC Peringatan Maulidu Nabi Mukhammad SAW

Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh

Alhamdulillah, wash shalatu was salamu ‘alaa rasulillah, muhammad ibnu Abdillah, wa’ala alihi wa ash-habihi wa man walah, amma badu:
Al Mukaromun para alim ulama yang senantiasa kami ta’ati. Wabil khusus bapak KH. Nur Huda, SH.
Yang terhormat Bapak Kepala Desa Suka Maju beserta perangkatnya.
Yang terhormat Panitia Penyeienggara Pengajian ‘Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW ini.
Para tokoh masyarakat, sesepuh, penisepuh Desa Bandar Sakti, Segenap undangan, hadirin-hadirat yang berbahagia.

Alhamdulillahirabbil alamiin. Puja dan puji syukur sepatutnya kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Karena pada malam hari ini kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat di tempat ini dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.Semoga kehadiran kita semua mendapat ridha Allah SWT. Amin.Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. yang telah mengeluarkan manusia dari zaman kegelapan yaitu zaman jahiliyah-kekafiran menuju cahaya kebenaran yang terang benderang, yaitu agama islam.

Saudara hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Sebagai pembawa acara dalam Peringtan maulid Nabi Muhammad SAW. Yang diselenggarakan oleh Mushola/TPA Alhafidz  ini, perlu kami bicakan susunan mata acara pada malam hari ini yaitu:
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat-ayat suci A1-Qur’an
3. Pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW.
4. Sambutan ketua panitia penyelenggara
5. Sambutan Bapak Kepala Desa .......
6. Sambutan Bapak ..........
8. Ceramah agama yang akan disampaikan oleh KH. Nur Huda, S.H dari karyasakti
9. Penutup/Doa.
Demikianlah susunan mata acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. pada malam hari Ini, semoga kita dapat mengambil hikmah dan teladan hidup Nabi Muhammad SAW baik perjuangan beliau hingga akhlak beliau yang sangat mulia sehingga menjadi uswatun hasanah.

Sebelum memasuki acara yang kedua yaitu Pembacaan ayat-ayat Suci Al-Qur’an, marilah kita buka terlebih dahulu acara ini dengan pembacaan Ummul Kitab (Surat Al-Fatihah). Ilaa hadrati nabbiyil musthofa , rasululillah muhammadin saw. Al-fatihah....

Terima kasih mudah-mudahan dengan bacaan surat Al-Fatihah tadi acara demi acara kita pada malam hari ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan apapun.

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
Melangkah pada acara yang kedua yaitu pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang akan dibacakan oleh .................................................kepadanya dipersilahkan.

Kepada ....... ..................................kami sampaikan banyak terima kasih, semoga pembacaan ayat-ayat SUCI Al Qur an tadi mudah-mudahan membawa manfaat dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Amin.
Memasuki acara yang ketiga yaitu, pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW. yang akan dipimpin oleh ...................................kepada nya kami persilahkan.

Demikianlah tadi pembacaan shalwat Nabi Muhammad SAW. yang teiahdipimpin oleh ustadz ......... Kepadanya kami sampaikan banyak terimah kasih, semoga dengan bacaan shalawat tadi kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. semaknn bertambah, sehingga kelak kita termasuk golongan orang yang mendapatkan syafa’at beliau pada hari kiamat nanti.

Hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia, melangkah ada acara selanjutnya yaitu sambutan ketua panitia penyelenggara. Dalam hal ini, akan disampaikan oleh yang bapak .......... kepada yang terhormat bapak ........... .. kami persilahkan.

Sambutan Ketua Panitia
Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak........ yang telah menyampaikan sambutan atas nama ketua Panitia............. Sambutan yang kedua akan disampaikan oleh Bapak............ selaku Kepala Desa .......... kepada beliau kami persilakan.

Sambutan Kepala Desa
(Setelah acara sambutan panitia selesai MC kembali mengambil kembali acara dengan menyampaikan terima kasih, misalnya) Kepada Bapak ........ kami sampaikan banyak-banyak terima kasih. Atas partisipasi dan kehadiran bapak Kepala Desa/Lurah pada acara ini
Selanjutkan sambutan akan disampaikan oleh Bapak Camat ............ kepada bapak......... kepada yang terhormat Bapak .............. kami persilahkan.

Sambutan Camat
(Setelah acara sambutan Camat selesai MC kembali melanjutkan acara dengan menyampaikan terima kasih). Kepada bapak Camat.......... kami sampaikan banyak terima kasih. Atas Partisipasi serta kehadirannya pada acara yang mulia ini. terlebih dahulu untuk beristirahat sejenak Kepada rekan-rekan kami persilahkan untuk menyiapkan secuil jamuan dari kami.

Istirahat dan lain-lain
(Setelah waktu istirahat selesai, MC kembali melanjutkan acara) Bapak, lbu, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia.Kini sampailah kita pada yang kita tunggu-tunggu yautu acara inti Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. yaitu ceramah agama yang akan dnsampalkan oleh Al-Mukarom................ Kepada yang terhormat Bapak KH. kami persilahkan.

Acara Inti, Ceramah Agama
(Setelah ceramah agama semelanjutkan acara) Demikian tadi uraian panjang lebar ceramah agama yang telah disampaikan Al Mukarom KH.............. . Mudah-mudahan kita bisa meneladani perjalanan dan akhlak junjungan kita yaitu Nabi Besar Muhammad SAW yang menjadi uswatun hasanah, diakui kehebatannya baik oleh kaum muslimin maupun non muslim.
Para hadirin yang terhormat, Acara demi acara telah kita lalui bersama dengan baik dan lancar, tibalah kita pada acara do’a dan penutup. Bapak, lbu, hadirin dan hadirat sekalian yang terhormat. Acara do’a akan dipimpin oleh yang terhormat bapak KH.............. ..namun sebelum do’a dimulai, kami sebagai pembawa acara apabila di sana-sini ada kekurangan dan kekhilafan maka kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirnya, Wallaahul muwaffiq ilaa aqwamit thariq
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Untuk acara penutup/do'a kami serahkan kepada KH............. Kepada Beliau Waktu dan tempat kami persilahkan.

Keutamaan Puasa Asyura dan Sejarahnya


Apa saja keutamaan puasa Asyura dan bagaimanakah sejarahnya?

Sejarah Puasa Asyura

‘Asyura adalah hari kesepuluh pada bulan Muharrom[1]. Dia adalah hari yang mulia. Menyimpan sejarah yang mendalam, tak bisa dilupakan.
Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa A’syuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.[2]
Nabi dalam berpuasa ‘Asyura mengalami empat fase[3];
Fase pertama: Beliau berpuasa di Mekkah dan tidak memerintahkan manusia untuk berpuasa.
Aisyah menuturkan: “Dahulu orang Quraisy berpuasa A’syuro pada masa jahiliyyah. Dan Nabi-pun berpuasa ‘Asyura pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau hijrah ke Madinah, beliau tetap puasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia juga untuk berpuasa. Ketika puasa Ramadhon telah diwajibkan, beliau berkata: “Bagi yang hendak puasa silakan, bagi yang tidak puasa, juga tidak mengapa”.[4]
Fase kedua: Tatkala beliau datang di Madinah dan mengetahui bahwa orang Yahudi puasa ‘Asyura, beliau juga berpuasa dan memerintahkan manusia agar puasa. Sebagaimana keterangan Ibnu Abbas di muka. Bahkan Rasulullah menguatkan perintahnya dan sangat menganjurkan sekali, sampai-sampai para sahabat melatih anak-anak mereka untuk puasa ‘Asyura.
Fase ketiga: Setelah diturunkannya kewajiban puasa Ramadhon, beliau tidak lagi memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa A’syuro, dan juga tidak melarang, dan membiarkan perkaranya menjadi sunnah[5] sebagaimana hadits Aisyah yang telah lalu.
Fase keempat: Pada akhir hayatnya, Nabi bertekad untuk tidak hanya puasa pada hari A’syuro saja, namun juga menyertakan hari tanggal 9 A’syuro agar berbeda dengan puasanya orang Yahudi.
Ibnu Abbas berkata: “Ketika Nabi puasa A’syuro dan beliau juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa. Para sahabat berkata: “Wahai Rasululloh, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashoro!! Maka Rasululloh berkata: “Kalau begitu, tahun depan Insya Allah kita puasa bersama tanggal sembelilannya juga”. Ibnu Abbas berkata: “Belum sampai tahun depan, beliau sudah wafat terlebih dahulu”.[6]

Keutamaan Puasa Asyura

Hari ‘Asyura adalah hari yang mulia, kedudukannya sangat agung. Ada keutamaan yang sangat besar.
Imam al-Izz bin Abdus Salam berkata: “Keutamaan waktu dan tempat ada dua bentuk; Bentuk pertama adalah bersifat duniawi dan bentuk kedua adalah bersifat agama. Keutamaan yang bersifat agama adalah kembali pada kemurahan Allah untuk para hambanya dengan cara melebihkan pahala bagi yang beramal. Seperti keutamaan puasa Ramadhon atas seluruh puasa pada bulan yang lain, demikian pula seperti hari ‘Asyura. Keutamaan ini kembali pada kemurahan dan kebaikan Allah bagi para hambanya di dalam waktu dan tempat tersebut”.[7] Diantara keutamaan puasa ‘Asyura adalah;
 1- Menghapus dosa satu tahun yang lalu
Rasululloh bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.[8]
Imam an-Nawawi berkata: “Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar”.[9]
 2- Nabi sangat bersemangat untuk berpuasa pada hari itu
Ibnu Abbas berkata:
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari ‘Asyura dan puasa bulan Ramadhon.[10]
 3- Hari dimana Allah menyelamatkan Bani Isroil
Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa A’syuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa juga”.[11]
 4- Puasa ‘Asyura dahulu diwajibkan
Dahulu puasa ‘Asyura diwajibkan sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadhan. Hal ini menujukkan keutamaan puasa ‘Asyura pada awal perkaranya.
Ibnu Umar berkata: “Nabi dahulu puasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia agar berpuasa pula. Ketika turun kewajiban puasa Ramadhan, puasa ‘Asyura ditinggalkan”.[12]
 5- Jatuh pada bulan haram
Nabi bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharrom.[13]
Semoga kita diberi kemudahan untuk melaksanakan puasa Asyura. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
[1] Syarah Shahih Muslim 8/12, Fathul Bari, Ibnu Hajar 4/671, Mukhtashor Shahih Muslim, al-Mundziri hal.163-Tahqiq al-Albani, al-Mughni 4/441, Subulus Salam, as-Shon’ani 2/671
[2] HR.Bukhari: 2004, Muslim: 1130
[3] Lathoiful Ma’arif hal.102-107
[4] HR.Bukhari: 2002, Muslim: 1125
[5] Bahkan para ulama telah sepakat bahwa puasa ‘Asyura sekarang hukumnya sunnah tidak wajib. Ijma’at Ibnu Abdil Barr 2/798, Abdullah Mubarak Al Saif, Shahih Targhib wa Tarhib, al-Albani 1/438, Tuhfatul Ahwadzi, Mubarak Fury 3/524, Aunul Ma’bud, Syaroful Haq Azhim Abadi 7/121
[6] HR.Muslim: 1134
[7] Qowaid al-Ahkam, al-‘Izz bin Abdis Salam 1/38, Fadhlu ‘Asyura wa Syahrulloh al-Muharrom, Muhammad as-Sholih hal.3
[8] HR.Muslim: 1162
[9] Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279
[10] HR.Bukhari: 2006, Muslim: 1132
[11] HR.Bukhari: 2004, Muslim: 1130
[12] HR.Bukhari: 1892, Muslim: 1126
[13] HR.Muslim: 1163
Penulis: Ustadz Syahrul Fatwa bin Luqman (Penulis Majalah Al Furqon Gresik)


Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/23090-keutamaan-puasa-asyura-dan-sejarahnya.html

Memeriahkan HUT RI KE 73



TPA AL-Hafidz, trimodadi Menyambut HUT ke-73 Republik Indonesia, Senin (12/8/2018), sejumlah perlombaan digelar Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Hafidz, Trimodadi  Bandar Sakti. sejumlah perlombaan itu diantaranya adalah :
  ü  Mecah Air
Satu-satunya cara biar bisa memecahin Air dalam plastik yang menjadi tujuan kalian adalah dengan terus bergerak. Apabila hanya diam di tempat saja, nggak akan bakal bisa air itu terpecahkan.
Kemudian, kalau kalian pernah ikutan lomba ini pasti sering denger suara-suara dari orang disekitar, baik itu yang bertujuan buat bantu, atau malah “ngegoda” kita biar nggak sampe ke tujuan. Begitulah, hidup kawan. Kalau kalian punya mimpi
meski pasti ada pula yang mendukung. Nah, sikap waktu ngadepin kondisi yang kaya demikian adalah dengan tidak berlebihan ngeresponnya ‘n tetep ngikutin apa kata hati nurani. Bukan nurani tetangga sebelah loh ya! Percaya deh kalian pasti bakal sampe ke tujuan.




  ü  Makan Kerupuk
Berbicara tentang keseruan lomba makan kerupuk, masih sedikit yang tau makna dan sejarah dari perlombaan tersebut. Lalu, sebenarnya dari mana muasal alasan lomba makan kerupuk diadakan?
Pada zaman penjajahan, untuk bisa menemukan makanan enak itu sangat sulit. Bagi para pejuang terdahulu bisa menemukan nasi dengan sebuah kerupuk sudah sangat bersyukur. Kerupuk dan nasi adalah santapan favorit para pejuang.
Maka untuk memperingati akan hal tersebut, lomba makan kerupuk selalu diadakan disetiap perlombaan 17-an, selain untuk mengingat jasa para pejuang, lomba makan kerupuk juga mengandung makna perjuangan dan semangat dengan rasa percaya diri yang tinggi. Karena setiap peserta yang mengikuti lomba secara tidak disadari akan memupuk rasa bersyukur atas rejeki yang telah diberikan Tuhan, dan rasa beryukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dan kini dapat dirasakan.
Selain itu lomba makan kerupuk dapat mempererat rasa persatuan satu sama lain, rasa percaya diri yang tinggi untuk memenangkan perlombaan, dan yang paling penting tujuan dari perlombaan adalah untuk menghibur
 ü  Sepeda Lambat
Apa sih maknanya lomba sepeda lambat? Malah terlihat seperti seorang pemalas yang sedang berusaha mengayuh. Namun, dibalik itu, tersimpan makna yang cukup besar.

Sepeda lambat memang sering dilombakan dalam perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain balap karung, tarik-tambang, makan krupuk dan panjat pinang, balap sepeda lambat juga cukup seru untuk diikuti.
Biasanya pemenang setiap lomba adalah yang paling cepat mencapai garis finish. Tapi berbeda dengan lomba sepeda lambat. Barang siapa yang mengayuh paling lambat mencapai garis finish dan tidak terjatuh maka dialah pemenangnya.


ü  Balap Karung
JJ Rizal mengatakan, permainan bermodalkan karung goni mengingatkan betapa susah bangsa Indonesia waktu Indonesia dijajah Jepang. Dulu mereka mengenakan pakaian yang terbuat dari karung goni, dan sekarang karung goni diinjak-injak dijadikan alat permainan sebagai simbol pengingat masyarakat Indonesia tidak mau mengalami hal serupa.
"Makna dari jatuh saat berlari dan bangkit lagi merupakan sebuah gambaran semangat pantang menyerah masyarakat Indonesia sehingga berhasil memerdekakan Indonesia," kata JJ Rizal.

  ü  Balap Kelereng
Pada lomba yang satu ini, kalian dituntut buat fokus atau konsentrasi ke sendok dan kelereng yang dibawa. Fokus adalah salah syarat wajib buat kalian yang benar-benar pingin meraih mimpi. Bayangin aja kalau kalian enggak fokus sudah pasti hasilnya akan kacau. Kalian bisa tertinggal dari rival kalian atau bahkan mimpi kalian enggak tercapai. So, keep calm n stay focus!
Nah, buat bisa menangin lomba ini kalian perlu trik-trik khusus. Salah satu triknya adalah dengan menggigit sendok di pinggir mulut!. Udah pernah coba? Pastinya trik ini bakal bikin gigitan kalian lebih kuat dan stabil. Selain itu fokus mata enggak melulu ke sendok dan kelereng.
Intinya, ketika ingin menggapai suatu mimpi carilah ‘trik-trik’ yang bikin kalian lebih cepat ngeraihnya. Asal, ‘trik-trik’ yang kalian lakuin jangan sampai ngelanggar aturan ya!

  ü  Memasukkan paku kedalam botol
Permainan dalam lomba ini dilakukan dengan cara mengikat paku dengan seutas tali yang digantungkan di belakang badan peserta lomba. Paku yang terayun-ayun di ujung tali tersebut harus dimasukkan ke dalam botol yang terletak di bawah badan peserta. Peserta yang paling cepat berhasil memasukkan pakunya, dialah yang menang.
 Filosofi dari lomba ini adalah bahwa dalam meraih prestasi diperlukan perpaduan antara potensi yang dimiliki dengan keterampilan memanfaatkan peluang.


  ü  Tarik Tambang
Lomba yang sering diadakan pas 17an berikutnya adalah lomba tarik tambang. Biasanya nih, setiap kelompok diisi dengan 4-5 orang. Buat memenangin lomba tarik tambang ini sebenarnya cukup mudah, tempatin anggota grup yang punya tenaga paling gede (biasanya yang paling gendut, hehe) dibagian depan bukan dibelakang, doilah ‘kunci’ yang akan menahan dan menarik lawan dilomba ini.
Filosofi (etdah bahasanya) dari lomba ini cocok banget diterapin buat kalian yang punya mimpi bersama. Kaya organisasi, perkumpulan atau perusahaan gitu. Kalian harus pinter-pinter main strategi dan kekompakkan buat mencapai target (tujuan) bersama.


Sejumlah perlombaan tersebut diikuti oleh seluruh Santri dan Wali Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an Dusun Trimodadi Desa Bandar Sakti. Yang terpisah menjadi 5 (lima) Kategori, Yaitu :
Ø  Kelas TK.A ( Dibawah  5 Tahun )
Ø  Kelas TK.B ( 5 s/d 7 Tahun  )
Ø  Kelas TP.A ( 8 s/d 9 Tahun  )
Ø  Kelas TQ.A ( 10 s/d 15 Tahun )
Ø  Wali Santri  ( Bebas )

Sejumlah perlombaan tersebut belangsung pada tanggal Minggu Tanggal 12 Agustus 2018 Yang dimulai sejak jam 08:00 WIB dan Diakhir dengan pembagian hadiah bagi yang berhasil memenangkan setiap jenis perlombaan pada pukul 16:00 WIB.